Oleh: Fahrul Khakim Air Mata di Ujung Jari karya Fahrul Khakim Kita sama-sama lupa untuk saling melupakan. Kita sama-sama tahu untuk pura-pura tidak tahu. Tapi aku menginginkanmu seperti rokok mentol,…
Oleh: M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim Petualangan ke Purwokerto memberiku inspirasi menulis puisi-puisi ini Kesunyian telah menghapusmu dari jendela rumah yang sepuluh tahun lalu pernah terkunci rapat dalam perut…
Sumber gambar: klik Pagi terindahmu pecah di dinding sungai ibu. Rantingmu tugir kala kami melulu menjala malaikat. Izinkan daun-daun dalam mata ibu melanjutkan puisi musim semi ini. Oh, sekali lagi.…
Oleh: M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim Sumber ilustrasi: Cheese Mobile Dia mulai cari Kemarau dalam Degup jantungnya sendiri Sebelum ombak menelannya Ke dalam album suci sekayu biru Dia meniup…
:Hanna Schmitz, 1922-1988 Puisi ini terinspirasi oleh film di atas Dia mencari kosakata dalam tumpukan mayat-mayat orde kumis chaplin di perkemahan Seribu abu cinderamata Tamu yang selalu jenuh: Batu…
Tiga bunga teratai mekar menyugu tahta sultan dari belukar ranah Siak terlecah gundah pengagumnya Wahai Delima mirah tebar segala perigi mahkota Emas melulu digugu birahi tanah rempah yang gemuk dan…
Between die and meet, I’m crush in your earth My night burns become red The fog and shadows hug me calmly Several years ago, I’m a sad tower With flower…
Oleh: M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim* Puisi ini dimuat di majalah ini :Bukit 12 Pohon-pohon karet ciut merintih Anak beruang menangis dan tertatih Kepala babi yang baru saja dipenggal dicuri anjing…
😀aniel Baay Oleh: M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim Majalah Komunikasi yang ada puisi saya Nak, temanku pagar siang Mata birumu menerawang malang Kotak jendela dan kesunyian membicarakanmu Kesendirian di perkebunan…
:26 Desember 2004 Tiada sedebu gelagat Matahari masih setongkat Embun menetes dari corong masjid Membasahkan bekal peradaban Nelayan-nelayan masih asin Mendadak pecah segala Seolah raksasa hendak mengamuk Panik dan ketakutan…