![]() |
| Profilku di Majalah Komunikasi |
Nama
: M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim
Nama pena: Fahrul Khakim
: M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim
Nama pena: Fahrul Khakim
Organisasi:
• Forum Lingkar Pena (FLP) Malang
• Ketua Bidang Penalaran HMJ Sejarah (2012)
• Ketua Umum UKM Penulis (2013)
• Forum Lingkar Pena (FLP) Malang
• Ketua Bidang Penalaran HMJ Sejarah (2012)
• Ketua Umum UKM Penulis (2013)
Prestasi:
• Juara I Lomba Menulis Cerpen Malang Post 2011 tingkat nasional
• Juara I Kompetisi Menulis Rubrik Majalah Komunikasi UM kategori cerpen 2012
• Juara I Lomba Cerpen Mahasiswa se-UM HMJ Sasindo 2012
• Juara II Lomba Cerpen Retakan Kata 2012
• Juara II Manuju Peksiminal Karya Sastra UM Kategori Cerpen 2012
• Juara II Kompetisi Menulis Rubrik Majalah Komunikasi UM Kategori Cerpen 2011
• Juara III Lomba Cerpen On the Spot Writing Contest FLP Malang 2011
• Pemenang harapan kategori C LMCR Rohto Mentholatum Golden Award 2011
• Tulisan fiksi dan nonfiksi dimuat di berbagai media massa lokal dan nasional
• Penerima Beswan Djarum 2012/2013
• Mawapres II FIS UM 2013
• Cerpen dimuat di enam antologi bersama
dan lain-lain
• Juara I Lomba Menulis Cerpen Malang Post 2011 tingkat nasional
• Juara I Kompetisi Menulis Rubrik Majalah Komunikasi UM kategori cerpen 2012
• Juara I Lomba Cerpen Mahasiswa se-UM HMJ Sasindo 2012
• Juara II Lomba Cerpen Retakan Kata 2012
• Juara II Manuju Peksiminal Karya Sastra UM Kategori Cerpen 2012
• Juara II Kompetisi Menulis Rubrik Majalah Komunikasi UM Kategori Cerpen 2011
• Juara III Lomba Cerpen On the Spot Writing Contest FLP Malang 2011
• Pemenang harapan kategori C LMCR Rohto Mentholatum Golden Award 2011
• Tulisan fiksi dan nonfiksi dimuat di berbagai media massa lokal dan nasional
• Penerima Beswan Djarum 2012/2013
• Mawapres II FIS UM 2013
• Cerpen dimuat di enam antologi bersama
dan lain-lain
Buku yang
diterbitkan:
• Cowokku Vegetarimood (Penerbit
Andi, 2013)
diterbitkan:
• Cowokku Vegetarimood (Penerbit
Andi, 2013)
![]() |
| Hasil Pemotretan di Studio |
Kesuksesan memang tidak dapat diraih dengan instan. Prinsip yang sama juga
dipegang teguh oleh mahasiswa Sejarah satu ini. Jatuh bangun yang pernah
dialami tak membuatnya getir untuk terus melanjutkan mimpi-mimpinya. Berawal
dari cerpen remaja yang dimuat di majalah sekolah, ia terpacu untuk terus
berkarya. Buku kumpulan cerpennya, Cowokku Vegetarimood yang telah diterbitkan
menjadi bukti hasil perjuangannya selama ini. Usaha dan kegigihannya dapat
menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk percaya dan terus mewujudkan mimpinya.
Siapakah sebenarnya sosok ini? Simak wawancara Komunikasi dengannya berikut.
Sejak kapan Anda mencintai dunia
penulisan fiksi?
Saya mencintai dunia penulisan fiksi sejak saya SMP. Dari kecil, saya sudah
terbiasa membaca karena memang jarang keluar rumah dan banyak buku bacaan di
rumah. Berawal dari hobi membaca, saya mencoba menulis cerita-cerita pendek.
Sampai saya masuk SMP, saya merasa tertantang untuk mengisi rubrik cerpen di
majalah sekolah. Saat itu, tidak disangka ternyata cerpen pertama saya dengan
judul “Hantu Perpustakaan” dimuat. Sejak saat itu saya termotivasi untuk terus
menulis dan menulis.
penulisan fiksi?
Saya mencintai dunia penulisan fiksi sejak saya SMP. Dari kecil, saya sudah
terbiasa membaca karena memang jarang keluar rumah dan banyak buku bacaan di
rumah. Berawal dari hobi membaca, saya mencoba menulis cerita-cerita pendek.
Sampai saya masuk SMP, saya merasa tertantang untuk mengisi rubrik cerpen di
majalah sekolah. Saat itu, tidak disangka ternyata cerpen pertama saya dengan
judul “Hantu Perpustakaan” dimuat. Sejak saat itu saya termotivasi untuk terus
menulis dan menulis.
Apa yang mendorong Anda untuk
berkecimpung dalam bidang penulisan fiksi?
Saat saya pertama kali menulis, saya sudah memiliki target untuk hidup dari
tulisan saya sendiri. Awalnya orang-orang di sekitar saya banyak yang
meremehkan dan menganggap orang desa tidak akan bisa menulis di media massa.
Saya ingin membuktikan bahwa tulisan orang desa juga bisa masuk media massa.
Dan Alhamdulillah, sampai sekarang karya saya sudah masuk di koran Surya,
Kawanku, Aneka Yess, Teen, Gaul, Story, dan masih banyak yang lain.
Genre fiksi apa yang Anda geluti?
Untuk genre yang saya geluti saat ini lebih cenderung cerpen, novel, dan puisi
tentang remaja.
![]() |
| Kaver Komunikasi Edisi 285: Maret-April 2013 |
Bagaimana proses kreatif Anda?
Perjalanan kepenulisan dimulai saat saya masuk redaksi majalah sekolah SMP.
Selain mengisi majalah sekolah, saya juga sering mengirim crpen-cerpen ke media
massa. Namun, tidak pernah diterima. Karena seringnya saya ditolak dan tidak
ada sosok yang menginspirasi, saya menjadi pesimis dan vakum dari dunia
kepenulisan sampai kelas II SMA. Meskipun begitu, saya tetap membaca dan rajin
menulis diary. Pada tahun terakhir di bangku SMA, saya mencoba kembali menulis
cerpen dan mengirimkan pada media massa. Selain itu, saya juga menulis novel
dan mengirimkannya pada beberapa penerbit. Namun, selalu ditolak dan perlu
direvisi. Terhitung sebanyak tiga novel dan tiga penolakan pula yang saya
terima. Setelah lulus dari SMA tahun 2009, saya bekerja membantu paman saya di
suatu event organizer. Selain bekerja, saya terus menulis dan memiliki target mengirimkan
satu cerpen satiap minggu selama setahun. Hingga pada bulan Juni 2010, cerpen
pertama saya dimuat di majalah Kawanku. Motivasi dan semangat saya mulai tumbuh
lagi dan akhirnya semakin banyak tulisan saya dimuat di media massa seperti
Surya, Teen, Aneka Yess, Gaul, dan lain-lain. Lalu, tahun 2010 saya masuk di
Universitas Negeri Malang Jurusan Sejarah dan mengikuti UKMP. Padatnya
aktivitas tidak membuat saya berhenti menulis. Hingga pada tahun 2011, saya
meraih beberapa prestasi, antara lain, peringkat pertama Kompetisi Majalah
Aneka Yess tingkat Jawa Timur. Selain itu, masuk sepuluh besar pada kompetisi
yang diadakan Fakultas Ilmu Pendidikan UM. Pada tahun 2012, salah satu teman
saya menyarankan untuk mengirimkan kumpulan cerpen-cerpen saya pada penerbit.
Lalu pada bulan Agustus 2012 saya mengumpulkan cerpen-cerpen terbaik saya dan
mengirimkannya pada salah satu penerbit di kota Yogyakarta. Alhamdulillah,
setelah tiga bulan pengiriman, saya mendapatkan konfirmasi bahwa kumpulan
cerpen saya berhasil diterbitkan. Dengan mengangkat judul dari salah satu
cerpen di dalamnya, “Cowokku Vegetarimood” sudah bisa didapatkan di toko buku
terdekat.
Siapa saja orang yang menginspirasi Anda
selama ini?
Sebelum saya masuk di bangku kuliah, sebenarnya saya belum memiliki sosok yang
menginspirasi. Namun, setelah masuk di dunia perkuliahan dan mengikuti beberapa
organisasi kepenulisan, saya belajar dan menemukan banyak sosok yang
menginspirasi. Selain teman-teman di bidang penulisan, sosok yang paling
menginspirasi saya adalah Mas Royyan Julian, yakni salah satu senior saya di
UKM Penulis. Mas Royyan Julian adalah penulis yang berbeda genre dengan saya.
Saya belajar banyak genre tulisan dan saya mencoba out of the box dalam menulis
dengan mencoba menulis yang lain dari biasanya.
Anda mahasiswa Sejarah. Adakah pengaruh disiplin Anda terhadap penulisan fiksi?
Sebagian besar dari ilmu sejarah adalah cerita. Sejarah adalah cerita
berdasarkan fakta yang menembus dimensi ruang dan waktu. Sejarah juga merupakan
cerita fakta untuk pencarian jati diri. Selama perjalanan kepenulisan, saya
yang cenderung menulis fiksi remaja. Saya sadar bahwa sebenarnya terdapat
proses pencarian jati diri dalam karya-karya yang saya tulis. Maka, disiplin
ilmu yang saya tempuh saat ini sangat berpengaruh pada penulisan fiksi yang
saya geluti saat ini. Sekarang saya menyukai tulisan dan menulis bertema
sejarah.
Prestasi kepenulisan apa yang paling
membuat Anda terkesan?
Prestasi yang membuat saya terkesan adalah menjadi juara I lomba menulis cerpen
Malang Post tingkat nasional pada tahun 2011. Saya tidak menyangka sama sekali
cerpen dengan judul “Fantasmagoria” yang saya tulis menembus tingkat pertama.
Dan saya juga tidak menyangka ternyata pada peringkat kedua adalah guru senior
saya di bidang kepenulisan.
Bagaimana tanggapan orang terdekat tentang pilihan Anda berkarir di dunia
penulisan fiksi?
Awalnya banyak orang-orang di sekitar saya yang ragu atau terkadang mendukung
hanya setengah hati (pesimis). Sebenarnya saya menganggap hal ini wajar karena
memang dalam prosesnya saya lebih banyak ditolak daripada diterima.
membuat Anda terkesan?
Prestasi yang membuat saya terkesan adalah menjadi juara I lomba menulis cerpen
Malang Post tingkat nasional pada tahun 2011. Saya tidak menyangka sama sekali
cerpen dengan judul “Fantasmagoria” yang saya tulis menembus tingkat pertama.
Dan saya juga tidak menyangka ternyata pada peringkat kedua adalah guru senior
saya di bidang kepenulisan.
Bagaimana tanggapan orang terdekat tentang pilihan Anda berkarir di dunia
penulisan fiksi?
Awalnya banyak orang-orang di sekitar saya yang ragu atau terkadang mendukung
hanya setengah hati (pesimis). Sebenarnya saya menganggap hal ini wajar karena
memang dalam prosesnya saya lebih banyak ditolak daripada diterima.
Apa saja kendala yang Anda alami selama
berkiprah dalam bidang penulisan fiksi?
Selama saya menulis, kendala yang saya hadapi sama seperti mahasiswa
kebanyakan, yakni rasa malas. Terkadang saya merasa pesimis karena efek
kekecewaan yang sering saya rasakan. Namun, hal itu tidak membuat saya berhenti
untuk terus membaca, tetap menulis.
Apakah impian yang ingin Anda capai
setelah ini?
Setelah ini saya ingin menyelesaikan tiga novel saya yang dulu pernah ditolak.
Saya ingin menerbitkan ketiga novel tersebut. Selain itu, saya ingin meraih
penghargaan nobel di bidang sastra.
Selain sebagai penulis, Anda juga seorang
mahasiswa dan organisator. Bagaimana membagi energi untuk ketiganya?
Sebenarnya memang sulit mengatur waktu dan energi. Salah satu strategi saya
dengan lebih selektif memilih ide untuk menuliskannya. Selain itu, saya juga
mengurangi waktu bermain saya dan menganggap bahwa kegiatan di organisasi
adalah kegiatan bermain saya. Saya juga jarang untuk pulang kampung untuk
menyelesaikan beberapa tanggung jawab saya. Namun, sebisa mungkin saya tetap
rutin menulis setiap minggunya.
Adakah pengaruh lingkungan UM terhadap
spirit menulis Anda?
Sangat ada, terutama UKM Penulis Universitas Negeri Malang yang selalu mewadahi
saya untuk belajar, bertemu dengan banyak penulis, karena sebenarnya di sana
semua sama. Semua sama-sama belajar. Kondisi lingkungan yang kondusif ini
membuat saya semangat untuk terus berkarya.
Apa pesan Anda untuk para penulis muda
UM?
Terus membaca, membaca, membaca dan tetap menulis setiap hari. Selain itu
tingkatkan kepekaan di sekitar Anda, banyak bergaul, dan jangan apatis.Lailil
Sumber: http://komunikasi.um.ac.id/?p=9428#more-9428




4 Comments. Leave new
Kak ini banget! Jatuh bangun jadi penulis profesional. Usaha dari nol yang sama kayak yang aku rasain. dan saat salah satu karya kita dimuat, itu bagaikan bayaran semua usaha kita! Sukses terus kak. berharap suatu saat aku juga bernasib seperti kamu:)
Aamiin ya Robb.
Kita harus tetap semangat ya, Dek.
Saya masih perlu banyak belajar dan membaca.
Biar lebih peka & berwawasan.
Ya, tiap karya kita berhasil diterbitkan / dimuat itu rasanya begitu menyenangkan.
Bahkan tak dapat dinilai hanya dari sekedar uang/honor.
Salam kenal ya? 🙂
Wah, keren! Menginspirasi banget nih! 🙂
Alhamdulillah. Sebenarnya aku juga masih belajar kok. Terkadang juga males, jenuh, dan bosan membaca dan menulis terus. Tapi bukankah mimpi harus selalu dikejar dan diperjuangkan agar menjadi nyata? Yuk, saling memotivasi agar kita semakin bersemangat meraih cita-cita. ^^